Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan

Ada kota di Indonesia yang tidak tumbuh perlahan seperti kota-kota lain, tapi memang dirancang dari nol untuk jadi ibu kota provinsi. Kota itu Palangka Raya, di Kalimantan Tengah. Ceritanya dimulai dari kampung kecil di tepi sungai, sampai akhirnya jadi kota yang wilayahnya termasuk paling luas di antara ibu kota provinsi lain di Indonesia.

Boleh Tahu?

Palangka Raya sekarang jadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Tapi sebelum punya nama itu, kota ini dulunya hanya kampung kecil bernama Pahandut, yang berdiri di tepi Sungai Kahayan. Dari kampung kecil itu, lahirlah kota yang sekarang jadi salah satu ibu kota provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia.

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan
Peta Administrasi Kota Palangka Raya. Sumber: petatematikindo.wordpress.com

Apa Itu?

Palangka Raya adalah kota sekaligus ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, di Pulau Kalimantan. Berbeda dari banyak kota tua lainnya, Palangka Raya termasuk kota yang memang dirancang dan dibangun khusus untuk jadi pusat pemerintahan provinsi.

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan
Kantor Wali Kota Palangka Raya. Sumber: kompas.com

Mengenal Lebih Dekat

Dari Kampung Pahandut

Sebelum jadi kota besar, wilayah Palangka Raya awalnya hanya kampung kecil bernama Pahandut. Kampung ini didiami warga suku Dayak Ngaju di tepi Sungai Kahayan.

Dari Kampung Pahandut
Rumah Betang. Sumber: pariwisataindonesia.id

Provinsi Baru, Ibu Kota Baru

Semua berubah pada 1957. Saat itu, pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Kalimantan Tengah lewat Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957, yang berlaku sejak 23 Mei 1957. Pahandut dipilih jadi calon ibu kota provinsi baru ini.
Pada 17 Juli 1957, Presiden Soekarno datang ke Pahandut. Beliau meletakkan tiang pertama pembangunan kota baru, sekaligus meresmikan sebuah tugu yang sekarang dikenal sebagai Tugu Soekarno. Tanggal itu kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Palangka Raya.

Provinsi Baru, Ibu Kota Baru
Tugu Soekarno. Sumber: kompas.com

Berganti Nama Jadi Palangka Raya

Setahun kemudian, lewat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958, nama Pahandut resmi diganti menjadi Palangka Raya. Lalu pada 1959, lewat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, Palangka Raya ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Berganti Nama Jadi Palangka Raya
Kota Palangka Raya Dulu. Sumber: detik.com

Menjadi Kota yang Mandiri

Pembangunan kota terus berjalan selama bertahun-tahun. Jalan, kantor pemerintahan, dan berbagai bangunan lain dibangun sedikit demi sedikit. Barulah pada 1965, lewat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1965, Palangka Raya resmi menjadi kotapraja otonom, alias punya pemerintahannya sendiri.

Menjadi Kota yang Mandiri
Bundaran Besar Palangka Raya. Sumber: berita sampit.co.id

Fakta Menarik

1

Nama "Palangka Raya" gabungan dua bahasa: "palangka" dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti tempat suci, dan "raya" dari bahasa Melayu yang berarti besar atau luas.

2

Sungai Kahayan mengalir membelah Kota Palangka Raya dan sejak dulu jadi jalur transportasi penting bagi warganya.

3

Luas wilayah Palangka Raya sekitar 2.853 km², yang menjadikannya salah satu ibu kota provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia.

Tahukah Kamu?

Nama "Pahandut", nama kampung asal Palangka Raya, konon diambil dari nama seorang tokoh yang dihormati di kampung itu. Warga biasa memanggilnya Bapa Handut, dan nama itu terus dipakai untuk menyebut kampung tempat tinggalnya bahkan setelah beliau tiada.

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan
Sungai Kahayan. Sumber: genpi.id

Tanya & Jawab

Q. Kapan Palangka Raya berdiri?

Tonggak awalnya 17 Juli 1957, saat Presiden Soekarno meletakkan tiang pertama pembangunan kota ini. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Jadi Kota Palangka Raya.

Q. Siapa yang meresmikan pembangunan kota ini?

Presiden Soekarno, pada 17 Juli 1957.

Q. Apa arti nama Palangka Raya?

Gabungan kata "palangka" (tempat suci, bahasa Dayak Ngaju) dan "raya" (besar/luas, bahasa Melayu), sehingga bisa diartikan tempat suci yang luas.

Q. Sungai apa yang melintasi Palangka Raya?

Sungai Kahayan, sungai besar yang membelah kota ini.

Q. Suku apa yang pertama kali mendiami wilayah ini?

Suku Dayak Ngaju, yang mendirikan kampung Pahandut sebelum kota ini berkembang.

Kesimpulan Singkat

Palangka Raya adalah contoh kota yang lahir dari perencanaan, bukan tumbuh begitu saja. Dari kampung kecil bernama Pahandut, kota ini berkembang lewat proses panjang sejak 1957 hingga akhirnya jadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang kita kenal sekarang.

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan
Kota Palangka Raya. Sumber: atourin.com