Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan

Palangka Raya, Kota yang Lahir dari Hutan Kalimantan
Boleh Tahu?
Palangka Raya sekarang jadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Tapi sebelum punya nama itu, kota ini dulunya hanya kampung kecil bernama Pahandut, yang berdiri di tepi Sungai Kahayan. Dari kampung kecil itu, lahirlah kota yang sekarang jadi salah satu ibu kota provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia.

Apa Itu?
Palangka Raya adalah kota sekaligus ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, di Pulau Kalimantan. Berbeda dari banyak kota tua lainnya, Palangka Raya termasuk kota yang memang dirancang dan dibangun khusus untuk jadi pusat pemerintahan provinsi.

Mengenal Lebih Dekat
Dari Kampung Pahandut
Sebelum jadi kota besar, wilayah Palangka Raya awalnya hanya kampung kecil bernama Pahandut. Kampung ini didiami warga suku Dayak Ngaju di tepi Sungai Kahayan.
Provinsi Baru, Ibu Kota Baru
Semua berubah pada 1957. Saat itu, pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Kalimantan Tengah lewat Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957, yang berlaku sejak 23 Mei 1957. Pahandut dipilih jadi calon ibu kota provinsi baru ini.
Pada 17 Juli 1957, Presiden Soekarno datang ke Pahandut. Beliau meletakkan tiang pertama pembangunan kota baru, sekaligus meresmikan sebuah tugu yang sekarang dikenal sebagai Tugu Soekarno. Tanggal itu kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Palangka Raya.

Berganti Nama Jadi Palangka Raya
Setahun kemudian, lewat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958, nama Pahandut resmi diganti menjadi Palangka Raya. Lalu pada 1959, lewat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, Palangka Raya ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Menjadi Kota yang Mandiri
Pembangunan kota terus berjalan selama bertahun-tahun. Jalan, kantor pemerintahan, dan berbagai bangunan lain dibangun sedikit demi sedikit. Barulah pada 1965, lewat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1965, Palangka Raya resmi menjadi kotapraja otonom, alias punya pemerintahannya sendiri.

Fakta Menarik
Nama "Palangka Raya" gabungan dua bahasa: "palangka" dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti tempat suci, dan "raya" dari bahasa Melayu yang berarti besar atau luas.
Sungai Kahayan mengalir membelah Kota Palangka Raya dan sejak dulu jadi jalur transportasi penting bagi warganya.
Luas wilayah Palangka Raya sekitar 2.853 km², yang menjadikannya salah satu ibu kota provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia.
Tahukah Kamu?
Nama "Pahandut", nama kampung asal Palangka Raya, konon diambil dari nama seorang tokoh yang dihormati di kampung itu. Warga biasa memanggilnya Bapa Handut, dan nama itu terus dipakai untuk menyebut kampung tempat tinggalnya bahkan setelah beliau tiada.

Tanya & Jawab
Tonggak awalnya 17 Juli 1957, saat Presiden Soekarno meletakkan tiang pertama pembangunan kota ini. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Jadi Kota Palangka Raya.
Presiden Soekarno, pada 17 Juli 1957.
Gabungan kata "palangka" (tempat suci, bahasa Dayak Ngaju) dan "raya" (besar/luas, bahasa Melayu), sehingga bisa diartikan tempat suci yang luas.
Sungai Kahayan, sungai besar yang membelah kota ini.
Suku Dayak Ngaju, yang mendirikan kampung Pahandut sebelum kota ini berkembang.
Kesimpulan Singkat
Palangka Raya adalah contoh kota yang lahir dari perencanaan, bukan tumbuh begitu saja. Dari kampung kecil bernama Pahandut, kota ini berkembang lewat proses panjang sejak 1957 hingga akhirnya jadi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang kita kenal sekarang.
